Kamis, 26 Februari 2015

The Next Maskapai From Minahasa


Siapa yang mau celaka ? Cuma orang ngga waras kali.  Nah, berhubung  beberapa kecelakaan yang terjadi di dunia penerbangan, ada isyu yang berkembang di tanah Minahasa, kalo salah satu konglomeratnya berniat mendirikan sebuah maskapai baru yang di setting untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan penerbangan.

Menurut isyu, si konglo ini paham kalo salat satu penyebab kecelakaan adalah human error, alias manusianya error.  Nah bicara soal error, kan juga banyak faktornya.  Misalnya mas pilot lagi ada masalah pribadi, yang entah karena masalah finasial, ato juga hugel.  Makanya si konglo bakal melakukan tiga tahapan scraning sebelum mas pilot yang bakal nyupirin pesawat mengudara.  Konon, untuk mengetahui secara akurat masalah pribadi mas pilot, si konglo bakal melibatkan ahli hipnotis, supaya mas pilotnya ngomong jujur, dan ngga mencla-mencle kayaq si mucle.

Setelah personal pilot teratasi, masalah selanjutnya adalah mengatasi minimnya  kemampuan  pesawat mendeteksi secara otomatis keberadaan awan yang paling banyak kontribusinya pada kecelakaan, yakni awan cummulus nimbus.  Karena itu ia berencana menggabungkan tekhnologi pesawat sama radar rudal saat mendeteksi panas.  Jadi ia bakal mengadopsi  tekhnologi tersebut dan mencangkokannya ke pesawat, supaya dari jarak jauh pesawat bisa menghindar otomatis manakala mengendus keberadaan si  sexy cummullus nimbus.

Selain radar pendeteksi, si konglo yang ternyata pemerhati hewan, juga berencana mengembangkan dan mengadopsi kemampuan hewan kelelawar yang bisa mengeluarkan suara ultrasonik yang bergelombang tinggi, yang bakal mbalikin lagi suara yang dikeluarkan ketika menemui hambatan. 

Bukan itu saja, si konglo juga tengah melakukan riset bareng ahli-ahli perikanan guna mempelajari kemampuan pertahanan diri  beberapa jenis hewan laut kayaq cumi-cumi yang bisa mengeluarkan tinta saat dalam bahaya, atau ikan buntal yang berubah bulat.  Dan jika riset tersebut sukses, maka kemampuan tadi juga bakal di cangkokan pada perangkat pesawat guna bereaksi manakala dalam situasi genting guna mempertahankan diri.

Cuman persoalan ‘kecil’ muncul, justru ketika dia bakal menentukan nama buat maskapainya.  Di benaknya, nama punya pengaruh dalam kaitan dengan aktifitas.  Dia inget waktu pesawat ulang-alik Chalenger meledak.  Menurutnya, kan chalanger artinya ‘penantang,’ nah, chalanger tersebut yang bentuknya kayaq torpedo bakal terbang menuju langit.  Artinya, chalanger tersebut seolah nantangin Tuhan yang di iimani banyak orang adalah penguasa alam semesta.   Konyol sih teori si konglo, tapi mmmhh,... bisa diterima lah buat orang yang percaya Tuhan.  Masa Tuhan di tantangin.  Emangnya Floyd Mayweather.

Terus Lion Air.  Yah emang sih Lion Air belom pernah  jatuh (semoga banget tidak).  Tapi kan Singa ngga bisa terbang.  Orang naek pohon kelapa aja ngga bisa, makanya dalam banyak aktifitasnya seringkali banyak masalah.   Lagian, coba bayangin kalo Singa di hutan bisa terbang.  Kasian dong burung-burung.

Di tengah kenelangsaannya menentukan nama buat maskapainya, si konglo akhirnya bikin sayembara khusus di kalangan keluarga terdekat.  Walau nama-nama yang diajukan cukup aneh, tapi sebagai putra Minahasa, dia ngga lupa identitas kedaerahannya.  Nidia kandidatnya:
Paniki (kelelawar dlm bhs Minahasa). pict from google

Kakerlak Air, Boto-boto Air, Weris Air, Paniki Air, Logong Air, Bunglon Air, Kunang-kunang Air, Pokpok Air, dan Keode Air.

Tapi salah satu cucunya yang agak breng-breng tapi kreatif, yang namanya Ray bilang begini:

Opa, nanti lucu kedengarnnya pas di bandara ada pengumuman di pengeras suara:  Panggilan-panggilan, kepada saudara Alo Kumentas untuk segera naik ke pesawat Kakerlak Air dengan nomor penerbangan K227 tujuan Tabukan Selatan...” 

(Loe percaya ? Hahahaha.....salah sendiri percaya hoax...axaxax)



Stop kekerasan dan Perang.....!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar